Andai ku tahu Tuhan terbonsai di lubuk hati
Suara receh berglotakan
Lirih di pojok-pojok kramat anak tanjakan
Terjepit bisikan jeritan bisikan teriakan
Suara-suara Tuhan berserakan
Obral dijajakan
Beralas daun jati
Tercecer awut-awutan
Batok-batok pun bergoyang
Tadahkan alunan belas keikhlasan
Jadi objek wasiat Kanjeng Sunan
Sampai kapan…?!
DENGAR…!
Jeritan itu masih ternganga
Butir-butir tasbeh berputar membisu
Receh itu terlalu setia berglotakan
Mengakar pecahkan kepulan kemenyan
Duh…!
Suramnya Kanjeng Sunanku…